R. Graal Taliawo Dukung Literasi Maluku Utara

“Niat baik akan selalu membuahkan hasil,” ucap harapan Yulia Pihang, penggagas Literasi PERII, saat menerima penyerahan dukungan 700 buku dan 3 laptop. Acara serah terima dilakukan pada Selasa, 24 Januari 2024 di Kantor Desa Saolat, Wasile, Halmahera Timur. Pendistribusian buku dan laptop ini diinisiasi oleh R. Graal Taliawo.

Dihadiri sekitar 60 warga dewasa dan anak-anak, sambutan atas kehadiran R. Graal Taliawo dan pihak lainnya begitu meriah dengan tarian cakalele dan dana-dana dari adik-adik komunitas, juga jamuan makanan lokal dari para ibu-ibu PKK.

Tak heran, masyarakat desa begitu antusias dengan program ini lantaran tiga tahun belakangan tidak ada pihak yang memberikan dukungan buku bagi anak-anak di Desa Saolat. Marnike, salah seorang warga perempuan, mengaku bahwa ini bagai mimpi yang terwujud. “Sebagai ibu, saya sangat senang dan bahagia karena anak-anak bisa mendapatkan banyak pengetahuan melalui buku-buku ini. Ke depan, ini akan membuat mereka bisa pandai dan lebih berpengetahuan,” ujarnya.

Tampak buku-buku dengan berbagai genre (anak-anak, sosial, politik, ekonomi, pertanian, kelautan, pertambangan, dan lainnya) rapi mengisi rak-rak buku di Rumah Baca sederhana ini. “Buku-buku ini bebas dibaca dan dipinjam oleh siapa pun, khususnya anak-anak Desa Saolat. Tapi dengan catatan, tidak rusak dan harus dikembalikan,” kata Yulia Pihang.

Program yang merupakan ide R. Graal Taliawo ini berupaya memperjuangkan peningkatan literasi anak-anak Maluku Utara. Ia sangat mendukung adanya rumah baca. “Sangatlah tidak tepat jika pengetahuan hanya terpusat pada institusi formal,” tegas pegiat literasi yang juga merupakan doktor Ilmu Politik ini. Menurutnya, pengetahuan harus didistribusikan. Siapa pun berhak mengakses pengetahuan, bahkan di lingkup informal sekalipun.

“Literasi memberi kita banyak pengetahuan. Semakin banyak pengetahuan yang kita miliki, akan membuat kita semakin berdaya dan sejahtera,” tambah pegiat literasi asal Wayaua, Bacan ini. Dengan program ini, harapannya rumah baca dan anak-anak Maluku Utara akan maju beribu-ribu langkah dari sebelumnya menuju kebaikan. Setali tiga uang, program literasi ini juga begitu mendukung visi rumah baca, yakni membaca realitas, menulis masa depan, melawan ketidakadilan.

Literasi PERII menjadi rumah baca pertama yang melakukan serah terima. Dalam beberapa bulan ke depan, akan disusul penyerahan ke beberapa rumah baca lainnya di berbagai kabupaten di Maluku Utara. Salam literasi.

Tinggalkan Balasan